Sunday, March 25, 2012

My Wish


Apa yang saya inginkan di hari special ini…?
Saya hanya inginkan 1 hal saja,
Andai mesin waktu itu benar-benar ada, dan hanya saya yang bisa menggunakannya.
Bukannya egois kawan, tapi jika semua orang bisa menggunakannya, dunia akan jadi kacau.
Dan percayalah, saya akan menggunakan mesin waktu itu dengan sebaik-baiknya.

Jika saya bisa kembali ke belasan tahun silam, saya ingin mengubah satu kesalahan saja, kesalahan yang bisa mengubah cara pandang hidup saya, bukan takdir hidup saya, lho. Karena takdir hidup adalah hak Allah…
Saya hanya ingin mengubah satu hal saja, dengan sedikit jentikan jari, seandainya saya mau mendengarkan nasehat Ibu dan Nenek, tentu saya tidak semerana ini sekarang, tertatih-tatih mengumpulkan pecahan-pecahan diri saya yang mengkristal di udara. Kemudian jatuh pada ember sabun yang dibawa oleh almarhum sepupu saya, menjelma menjadi sebutir jambu bogor hijau besar. Saya terjatuh dan tersadar………….saya ada dalam jasad ini, Hilmy, 20 tahun kemudian…. (Selamat jalan sepupu terbaik, peluk cinta selalu untukmu)

Itulah yang saya renungkan beberapa jam lalu, tentang apa yang saya inginkan dalam muhasabah diri menyambut milad 17 tahun ‘kesamping’ ini. Ternyata hanya sebuah pikiran konyol yang melintas begitu saja. How ridiculous, pathetic ………..
Bukankah dibalik ujian ini ada hikmah yang tak terkira. Saya berusaha meyakinkan diri, saya adalah hamba terpilih untuk memikul tugas ini, menjadi seorang Hilmy… apapun itu……
Dan saya adalah makhluk Allah yang indah, tak seorangpun punya kesamaan yang identik dengan saya. Tuhan Menciptakan saya dengan sangat special, dengan sebaik-baik bentuk. Begitupun kalian, kawan…………..

Syukurilah apa yang telah Ia berikan, apapun itu…
Kesukaran dan kemudahan, kebaikan dan keburukan, ujian dan nikmat, kehilangan dan pemberian adalah sebuah siklus hidup yang musti dijalani. Dan Ia Tahu apa yang terbaik.
Allah tidak membebani seseorang diluar kemampuannya. Dan hanyalah hamba yang terpilih yang diberi-Nya ujian………..

Selamat milad untuk yang merayakan di tanggal 26 Maret
                  25 Maret 2012, The Chamber of Secret, 11:26 PM

Friday, March 9, 2012

Pacaran Sebelum Menikah

Dulu, saya tak pernah berniat menjadi guru SD, apalagi menjadi wali kelas bawah. Tak pernah terpikirkan menghadapi bermacam tingkah anak-anak yang polos dan menguji kesabaran. Tapi ini adalah jawaban dari semua doa-doa saya, saya ingin menjadi sabar dalam arti sebenar. Dan ternyata ini bukan hanya menguji kesabaran saya, tapi juga memancing naluri saya sebagai calon ibu. Hehehehehe…….
Tentu saja, saya tak pernah bergaul dengan anak kecil. Dirumah saya ibarat anak tunggal karena beda usia yang jauh dari kakak saya. Tiba-tiba saya begitu terkesan dengan tingkah polah anak-anak didik saya. Lucu dan menggemaskn.
Saya sangat terkesan dengan salah seorang anak didik saya. Namanya Afrizal. Kemampuan intelligence-nya biasa-biasa saja. Tapi ia polos dan menggemaskan. Memandangnya menimbulkan perasaan cinta. Sungguh, saya jatuh cinta dengan yang satu ini. Suatu hari, dia bilang akan pindah sekolah ke pulau Jawa pada tahun ajaran baru nanti. Iseng saya bertanya,
“Afrizal mau tidak tinggal sama Ibu, dan jadi anak Ibu?”
Dia menggeleng sambil tersenyum
“Nanti Ibu beliin mainan banyak deh, film power rengers, ps, computer, pokoknya Izal mau apa aja Ibu beliin. Di rumah kan bisa belajar dengan Ibu” saya terus membujuk.
“Janganlah, Bu. Kan kasihan Ibu saya” Jawabnya polos. Seperti biasa, jika bicara bibirnya maju beberapa centi, lucu.
Semua anak-anak kasak kusuk dan menawarkan diri untuk menjadi anak saya. Saya terkekeh melihat tingkah mereka.  
“Tapi nanti belajarnya sama Ibu yaaaaa…?”Kata mereka polos.
“Ibu ini gimana sih…? Kan belum menikah. Nikah dululah Ibu biar bisa punya anak sendiri” Tiba-tiba Nazri berkomentar.

Tuesday, February 28, 2012

Saya dan Nenek Tua Itu................

Aku menuruni jalanan aspal menuju Masjid Darul Ikhwan dengan tergesa, imam sudah membaca Al Fatiha saat kakiku menginjak dinginnya lantai masjid. Buru-buru kukenakan mukena dan bergabung dengan yang lain. Aku hanyut dalam samudera Al Fatiha yang mendayu bagai semilir angin merayu dicelah gemerisik pasir. Setelah melaksanakan shalat sunnah dua rakaat aku mengambil tempat mojok disalah satu tiang masjid menunggu shalat Isya berikutnya. Jamaah lain sudah pulang satu persatu ke rumah masing-masing. Tinggal seorang nenek yang khusyuk berdoa menengadahkan wajahnya ke langit-langit Masjid. Kemudian, sekilas ia melirikku dan tersenyum tipis.

“Tidak pulang, Nak?” Tanya Nenek itu sambil melipat sajadah lusuhnya. Menyalamiku dan mengambil posisi duduk tepat didepanku.

Beberapa detik kemudian kami bercengkrama akrab setelah masing-masing memperkenalkan diri. Berhubung kami berasal dari suku yang sama maka suasana jadi sangat akrab.
“Nenek lahir tahun 1929, alun merdeka Endonesia ini, Nak” Kata Nenek memulai ceritanya. Bibirnya sudah keriput seumuran dengan matanya yang sudah kelabu. Kulitnya yang hitam legam terbakar matahari menandakan ia pernah hidup dalam kesusahan. Tapi Nenek terlihat jauh lebih prima dari Nenekku yang umurnya jauh lebih muda.

“Nenek sudah lama ya tinggal di Batam? Dengan siapa?” Tanyaku.
“Sudah lebih satu tahun. Nenek tinggal dengan anak bungsu Nenek.” Jawab Nenek.

Wednesday, September 7, 2011

Yuk Belajar Sejarah Islam

Generasi Muda Islam kudu tau sejarah Islam. Ya, nggak...?
Bukan itu saja, harus tahu juga donk sejarah dari Nabi Adam. as sampai runtuhnya khilafah Utsmaniyah, ho..ho..ho :-D
Panjang banget yah. Bagi yang suka membaca sejarah peradaban Islam, saya punya referensi yang menarik nih, ceileee...
Ocre...kita mulai dulu dari sini yoookk...
60 Sahabat Rasulullah
Judul Buku : Karakteristik Perihidup 60 Sahabat Rasululullah
Penulis : Khalid Muh. Khalid
Alih Bahasa : Mahyuddin Syaf, dkk
Penerbit : CV. Diponegoro
Tebal : 704 Hal
Harga : Bersahabat....!

Ini memang buku lama. Tapi ini buku luar biasa. Saya sudah belasan kali membacanya tanpa bosan. Setiap kali saya jemu, akan tidur, makan, or waktu senggang, saya mengulang kembali mengenang sejarah para sahabat-sahabat Nabi yg luar biasa ini. Membaca kisah hidup mereka, membangkitkan ghirah keislaman, mereka adalah sebaik-baiknya teladan setelah Nabi yang mulia.
Ada lagi buku bagus dari CV. Diponegoro, judulnya Karakteristik Perihidup Khalifah Rasulullah. Tapi aye nggak punya bukunya. Penulisnya sama, masih Khalid Muh. Khalid. Seperti biasa, gaya bahasanya sangat indah dan memukau. Khalid Muh. Khalid seolah mengajak kita menjenguk para Khalifah dan Sahabat dari dekat.



Judul Buku : Sirah Nabawiyah
Penulis : Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfury
Alih Bahasa : Kathur Suhardi
Tebal : 644 Hal 
Cetakan : Pertama, September 1997
Harga : Lumayan, kalo Al Kautsar ada bazaar, he..he..


Jangan bilang remaja Muslim gaul kalo belum pernah membaca Sirah Nabawiyah, apalagi menamakan dirinya aktifis. Ini buku wajib lho, sobat. Bahkan, biar tidak lupa, biasanya aye mengulang membaca sirah ini setiap setahun sekali. Sirah Nabawiyah karya Ibnu Hisyam juga bagus untuk dikoleksi selain karya Syaikh Shafiyyurrahman, atau Ar Rasul karya Said Hawwa dan Sejarah Muhammad dari M. Haekal. So, Sobat yang ngaku cerdas dan gaul, kudu baca sirah Nabi kita, dan bagi yang sudah membaca yoook dibedah dan muraja'ah lagi. 

Khilafah Utsmaniyah
Judul Buku : Bangkit & Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah
Penulis : Dr. Ali Muhammad Ash-Shalabi
Alih Bahasa : Samson Rahman, MA
Tebal : 756 Hal
Harga : Di TB. Fatahillah harganya cuma Rp. 99.000 (th 2008, xixiixi..)

Wuiiihhh,,.... Saya baca buku ini sampai nangis lho.... Bagaimana tidak, setelah begitu lamanya Islam mewarnai peradaban dunia, akhirnya runtuh karena pengkhianatan. Kita terlalu terlena dengan kejayaan dunia. Dan rasanya baru kemarin era ini dimulai. Buku ini membahas dari asal-usul orang Turki sampai Masa Sultan Hamid II. Buku yang luar biasa karya Dr Muhammad Ash Shalabi ini menjadi daftar bacaan wajib bagi kamu yang ngakunya aktifis.
Umar Bin Khathab

Judul Buku : The Great Leader of Umar bin Khathab

Penulis : Dr. Ali Muhammad Ash-Shalabi
Alih Bahasa : Khoirul Amru Harahap, Lc, M.Ag, dkk
Penerbit : Pustaka Al-Kautsar
Tebal : 858 Hal 
Cetakan: Pertama, September 2008
Harga : Lumayan bersahabat, apalgi kalo jadi anggota KPA, disc 20% euy...

Siapa yang tak kenal Al Faruq? Pemimpin luar biasa setelah Khalifah Abu Bakar Shiddiq, dunia pun mengakuinya. Bahkan, Michael Hart memasukkan Umar bin Khathab sebagai orang yang paling berpengaruh didunia sepanjang masa dalam bukunya yang terkenal itu, jauh beberapa tingkat dari William Sang Penakluk. Membaca sejarah hidup Umar, seperti sedang membaca dongeng dimasa lalu, tapi ini kisah benar-benar terjadi 1400 tahun lalu. Semasa pemerintahan Umar, keadilan benar-benar terealisasikan. Ia adalah sebaik-baik teladan setelah Rasulullah dan Abu Bakr. Dibalik ketegasannya ternyata ia adalah seorang penyayang terhadap anak kecil, menghormati istri dan sering mencium anak-anaknya. Deuuhhh...saya menghabiskan 4 hari 4 malam menelaah buku luar biasa ini ini.

Sebenarnya penulisan biografi Umar AlFaruq dan Khalifah lainnya sangat banyak, mulai dari penulis dengan gaya sekular sampai orientalis. Nah, sahabat, sebelum membeli buku, aye anjurkan untuk "mengenali" penulis dan penerbitnya, biar nggak bingung dengan sejarah Islam yang banyak diselewengkan oleh para orientalis.

Umar bin Abdul Aziz
Judul Buku : Umar Bin Abdul Aziz, Khalifah Pembaharu dari Bani Umayyah
Penulis : Dr. Ali Muhammad Ash-Shalabi
Alih Bahasa : H. Shofau Qolbi, Lc, MA
Cetakan : Pertama, November 2010
Tebal : 593 Hal
Harga : Bersahabat.... :-)

Dulunya dia adalah pemuda perlente, berpakaian mewah dan berparfum kelas atas, berasal dari kalangan bangsawan pula. Tapi beberapa saat setelah menjabat sebagai khalifah, ia berubah seratus persen. Apa yang mengubahnya...? Jika jabatan bagi sebagian orang adalah kenikmatan, maka bagi Umar bin Abdul Aziz jabatan adalah cobaan. Cobaan yang bagaimanakah...? Cobaan untuk menguji dirinya apakah ia layak menjadi cicit seorang pemimpin besar, pelopor sikap zuhud dan wira'i. Jabatan telah mengantar Umar bin Abdul Aziz pada puncak zahid dan wara' yang mengharumkan namanya hingga sekarang dan tak henti-hentinya para ahli sejarah menilik hidup tokoh luar biasa ini.

Dimasa Umar Bin Abdul Aziz, banyak orang kaya kecewa karena tidak menemukan orang orang fakir dan miskin untuk dibantu, maka berkuranglah kesempatan mereka untuk beramal sebanyak-banyaknya. Umar bin Abdul Aziz adalah cici dari Umar bin Khathab, cucu dari putranya yang bernama Ashim bin Umar bin Khathab dan menantunya sang penjual susu.
"Demi Allah, aku sangat ingin seandainya aku dapat berlaku adil walaupun hanya satu hari, dan saat itulah Allah mencabut nyawaku." (Umar bin Abdul Aziz)
Night Templar

Judul Buku : Knights Templar Knights of Christ
Penulis : Rizki Ridyasmara
Penerbit : Pustaka Al-Kautsar
Cetakan : Pertama, Oktober 2006
Tebal : 438 Hal


Yang ini penulisnya seratus persen Indonesia. Buku yang luar biasa menurut saya tak kalah dengan novel The Da Vinci Code. Tapi ini bukan novel. Ini adalah buku sejarah tentang konspirasi freemasonry dan nenek moyangnya hingga saat ini dan berhubungan juga dengan runtuhnya kekhalifahan terakhir Islam.

Nah, pasti pada bertanya-tanya, bukan? Kok bukunya terbitan Al Kautsar semua? Hilmy agen Al Kautsar, ya....!
He..he..he... Aye ini cuma promosiin buku-buku bagus aja, kebetulan penerbitnya Al Kautsar. Tapi sobat, seperti yang aye bilang diatas, hati-hati aja kalo mau beli buku keislaman. Kudu tau penulis and penerbitnya. Nah, Al Kautsar aye rasa termasuk penerbit yang bisa dipercaya dan banyak menerbitkan buku-buku berkualitas.

Sekilas tentang DR. Ali Muhammad Ash Shalabi
Lahir dikota Panghazi, Libya pada tahun 1963 M. Meraih gelar Doktor pada Fakultas Dirasat Islamiyah Universitas Ummu Durman Al-Islamiyah , Sudan tahun 1999 M dengan desertasi berjudul Fiqhu Nashr wa Tamkin fil Qur'an Al-Karim (Fikih Kemenangan dalam Al-Qur'an). Telah menelurkan puluhan karya best seller. Diantaranya; Sirah Nabawiyah, biografi tentang Khulafaur Rasyidin, Khilafah Utsmaniyah dan lain-lain.

Saturday, September 3, 2011

Unique

Setiap orang itu unik, termasuk saya, he...he..
Perhatikan wajah-wajah orang yang sedang bingung, melongo, sedang grogi, berpikir, menghayal atau mimik apapun, pasti lucu. Atau perhatikan tingkah teman sekamar, serumah atau teman kampus dan rekan kerja yang sedang stress atawa tingkah spontannya. Terkadang mengundang tawa dan nuansa sendiri bagi saya. Tapi saya tak suka orang yang latah atau ikut-ikutan latah, itu spontanitas yang dipaksa-paksakan. 

# Seorang teman kerja saya punya tingkah yang unik menurut saya.  Ia suka menggosip, termasuk saya. Soale dia selalu menggosip dengan saya, meskipun saya hanya diam, no response. Tapi lucunya, ia bersemangat sekali jika sedang bercerita, seolah saya merespon dengan antusias pula. Padahal saya sibuk membaca e-book atau memencet-mencet tombol keyboard dan berpura-pura keyboardnya tidak konek ke CPU. Orang seperti ini teramat lucu. Semangat telah memadamkan perasaan sensitive nya.

# Namanya Yeti. Imut, lucu, smart dan menyenangkan. Jika ia sedang excited, semua gerak anggota tubuhnya berakselerasi satu persatu, tapi patah-patah. Persis seperti robot. Jika ia konsentrasi menyimak pembicaraan, matanya memandang lawan bicaranya naik turun dengan cepat atau bergerak kiri kanan. Keberadaanya menciptakan keceriaan, dan jika tertawa sedang duduk, ia akan berguling-guling, ha..ha..ha..

# Tukang sol sepatu didepan mall itu selalu tersenyum jika berjumpa saya (saya jadi grogi, he..he..). Sambil menarik-narik benang yang disulamnya ia terus tersenyum meskipun sebagian gigi depannya sudah keropos. Uppsss, ternyata dia tak hanya tersenyum pada saya saja. Dia tersenyum pada semua orang yang hilir mudik didepanya. Sungguh ramah.

# Nah, sekarang saya merenungi diri saya sendiri. Ini bukan lucu, tapi konyol. Jika saya sedang "stress'', saya suka ngerjain Miss Veronica. Terkadang saya bertanya hal yang tidak penting. Dan jika yang menjawab Mr Veronico, buru-buru saya matikan sambungannya. Atau saya berulang kali memanggil no FDN, padahal sudah jelas pulsa saya NOL rupiah. Jika saya sedang rindu dengan seseorang (cieeee...) saya akan menelponnya dan mencurahkan perasaan saya, meski saya SADAR, Si Operator sudah berkali-kali memperingatkan saya, Your remaining credit is ten rupiah.....
Saya juga sering iseng cek ATM jika sedang melewati box uang tersebut, padahal saya tahu, saldonya tak pernah bertambah. Saya cuma sedang berkhayal, misalnya ada rekening koruptor yg bocor, dan tiba-tiba saya terkena percikannya . Uang tersebut rencananya akan saya sumbangkan untuk beasiswa tidak mampu.

Wednesday, August 31, 2011

My Istiq


Gagal mempersiapkan adalah mempersiapkan gagal
(Mike Murdock)

Saya dulu deg-deg-an setiap kali membaca petuah Mr. Murdock diatas. Gagal mempersiapkan adalah mempersiapkan gagal. Dari dulu, saya takut dengan kegagalan, sehingga saya selalu berusaha untuk selalu berjalan dalam garis ‘yang sudah saya buat’. Saya stagnan, dan selalu kebingungan dengan ‘cara kerja’ Allah dalam mengabulkan setiap permintaan saya. Benar apa yang dikatakan oleh Andrea Hirata dalam novel Laskar Pelangi-nya, Jika doa dan pengabulan merupakan variable-variable dalam sebuah fungsi linier maka Tuhan tak lain adalah musim hujan, sedikit banyak bisa diprediksi. Karena Tuhan tidak tunduk pada postulat dan teorema manapun. Cara bertindak Tuhan itu sangat aneh, dan tak dapat diramalkan. But I’m sure, all what I get is what I need…
Saat menyusun skripsi, setiap malam saya memohon kemudahan pada Allah, jika saya lulus, saya meminta dengan sangat untuk bisa mengabdi sebagai guru di sekolah lanjutan, karena saya merasa cocok mengajar anak-anak ABG (saya berpikir dulu saya sangat suka diskusi). Diakhir doa, saya selipkan kalimat ini, yaa Allah, saya tidak ingin mengajar disekolah dasar. Berbulan kemudian, Ia menjawab doa saya, saya diterima di sekolah lanjutan Islam swasta sebagai guru bahasa Inggris setelah melewati tes yang melelahkan, menulis artikel dan presentasi dadakan. Saya senang bukan main. Tak henti-henti saya ucapkan syukur saat saya ditelpon oleh pihak yayasan. Namun karena satu dan lain hal, saya dengan berat hati akhirnya melepaskan kesempatan yang saya idamkan dari dulu itu.

Sunday, July 24, 2011

Ramadhan Yang Menyehatkan

Rasulullah SAW ketika berbuka, Beliau terbiasa hanya minum segelas air putih dan sebutir korma, kemudian melanjutkannya dengan shalat maghrib dan baru makan. Ini terbukti menyehatkan lambung dan pencernaan. So bagi kamu yang tidak suka korma, kamu bisa menggantinya dengan buahan segar lainnya, karena buah lebih bagus dikonsumsi ketika perut lagi kosong. Nah, pantengin tips-tips berikut agar makna puasa secara jasmani-mu sehat walafiat.
  1. Jangan berbuka puasa dengan minuman kaleng (soft drink), seperti coca cola, fanta, pepsi, sprite de el el. Karena minuman tsb mengandung soda lebih tinggi. Mungkin bagi sebagian kamu minuman sejenis ini agak bergengsi karena berlabel impor. Tapi di Amrik sono, softdrink gak terlalu ngetrend bagi remaja Amrik. Menurut penelitian, seseorang yang mengkonsumsi dua kaleng softdrink perhari selama setahun, akan menyebabkan tulang keropos (osteoporosis), wuih mengerikan!! Padahal rata-rata penduduk di Indonesia 60% dinyatakan kekurangan kalsium. Di Amrik, fanta digunakan untuk membersihkan darah akibat kecelakaan dijalan raya (???) Masih mau mengkonsumsinya? Kalo masih gak percaya juga, kamu bisa melakukan eksperimen sendiri, rendam besi karatan kedalam fanta, dan biarkan beberapa jam, karat pada besi tsb akan melunak, seperti itu juga pada lambungmu. 
  2. Jangan minum teh satu jam sebelum dan sesudah makan nasi, karena bisa menyebabkan kekurangan darah. Tapi beberapa jam setelah makan, akan lebih menyehatkan, karena teh mengandung antioksidan 
  3. Jangan makan terlalu berlebihan. Makanlah seperlunya dan jangan biarkan perutmu menjadi tong sampah dadakan. 
  4. Perbanyak makan buah dan sayuran, karena buah mengandung banyak mineral yang dibutuhkan tubuh. 
  5. Perbanyak minum air putih 
  6. Jangan mengisi ulang kemasan botol minum air mineral. Karena pada kemasan botol mengandung karsinogen. Karsinogenik adalah zat kimia yang memicu pertumbuhan kanker. Ayo… jadikan ramadhanmu sehat lahir bathin….
Selamat menunaikan ibadah puasa
Taqobalallahu minna waminkum, shiyamana wa shiyamakum...

Sunday, July 10, 2011

Selamat Datang Ramadhan

Taqobalallahu minna waminkum, shiyamana washiyamakum....

Ketika waktu berlalu detik demi detik, tak terasa bahwa ia merangkak mendekati titik nadir dari sebuah akhir yang menakutkan, yaitu ajal. Pernahkah kita berpikir ketika ramadhan tahun lalu beranjak dan ramadhan sekarangpun telah menghampiri? Rasanya waktu berjalan dalam sekejap mata, dan tak terasa bahwa kulit makin mengendur, kantung mata semakin menurun, uban tlah tumbuh satu-satu tanpa kita sadari, tulang punggung kian membungkuk, lutut semakin goyah namun kita jarang sekali menyadari bahwa waktu terus berjalan dan kita semakin tertinggal dibelakang. 


Itulah kita, manusia yang disebut Allah tak pandai mensyukuri nikmat yang tlah diberikanNya, bukan lantaran kita manusia biasa, tapi karena kita memang tak biasa mensyukurinya. Karena kita terlena oleh buaian dunia dan rotasi bumi yang tak pernah berhenti, tanpa kita sadari bahwa bumipun berputar mengelilingi matahari yang berarti kita tlah meninggalkan siang untuk menemui sang malam. Tapi pernahkah kita menyadari bahwa lebih dari sepertiga hidup kita telah habis digunakan untuk tidur? Tanpa ada keinginan untuk mengorbankannya barang beberapa menit terjaga disepertiga malam terakhir?


Dan sekarang ramadhanpun telah menghampiri, dan detik usia bukanlah semakin bertambah, tapi malah berkurang. Maka sebagian dari orang-orang yang beriman berharap, ramadhan kali ini janganlah cepat berlalu, mereka selalu merasa kekurangan ketika ramadhan beranjak meninggalkannya. Maka ketika perpisahan dengan ramadhan tiba, mereka merasa berduka seperti melepaskan sesuatu yang amat dicintainya. Itulah sikap orang-orang  yang beriman. Namun sebagian orang yang gersang hatinya akan cahaya iman, ia merasa berat akan kedatangan ramadhan, bukan karena berat menyadari bahwa umur tlah berkurang, tapi merasa berat dengan kewajiban yang harus dilaksanakan. 


Sebelum terlambat, marilah kita persiapkan diri sejak dini, menargetkan seoptimal mungkin   amalan-amalan apa yang harus dilakukan dibulan ramadhan. Karena ramadhan adalah madrasah bagi kaum muslimin untuk melatih dirinya menjadi seorang mukmin yang bertakwa, menjadi manusia yang bermartabat didunia dan akhirat. Mari kita perbanyak amalan-amalan karena dibulan ramadhan sedikit apapun amalan yang kita lakukan akan mendapatkan ganjaran pahala yang besar disisi Allah SWT. Ramadhan adalah bulan penuh berkah dimana pada bulan inilah Alqur’an diturunkan sebagai cahaya penunjuk jalan bagi umat manusia, bulan ramadhan lebih baik dari seribu bulan, di bulan ramadhan pintu pintu neraka ditutup, setan setan dibelenggu, sedangkan pintu-pintu syurga dibuka, maka siapakah yang tidak ingin memasukinya?. Alangkah meruginya orang orang yang mengabaikan keberkahan ramadhan dan melalui hari harinya tanpa makna. Maka  sebelum ramadhan meninggalkan kita atau kita yang akan meninggalkannya, persiapkan diri sedini mungkin untuk menyambutnya.  Karena memang, hidup tak pernah berhenti, yang berhenti adalah nafas kita.

Refleksi Ramadhan, 08 Aug 2010

Saturday, July 9, 2011

Etika Dalam Sepiring Nasi

Etika adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia 
dipandang dari segi baik dan buruk, sejauh yang 
dapat ditentukan oleh akal dan moral
(Drs. Sidi Gajalba - Sistematika Filsafat)

Sewaktu kecil, Ayah saya adalah pelaku etika yang menyeramkan bagi saya. Menurut kami, anak-anaknya, Ayah adalah sosok yang keras dan terlalu banyak pantangan dan aturan. Aturan pertama yang tak bisa saya lupakan adalah, jika bacaan shalat kami tidak benar, maka lidi yang bicara. Waktu itu saya belum genap enam tahun, jika akhir minggu, Ayah akan menguji bacaan shalat kami, jika banyak yang salah, maka lidi yang diraut sebanyak seratus helai itu dilecutkan ke pantat kami. Lidi seratus helai, tidak kurang, tidak lebih itu diikat dengan karet gelang dengan kuat. Jika kesalahan kami karena hapalan juz ‘amma atau bacaan shalat yang tidak benar, maka anyaman lidi tersebut dijalin tiga, jika dipukul ke pantat, rasanya habis jatuh dari ketinggian lima meter, terhenyak ke tanah keras dan pantat terlebih dahulu.
Jika kami nakal, misalnya menjahili anak tetangga, maka hukumannya adalah dipukul telapak tangannya dengan anyaman lidi tadi, tapi lidinya tidak dijalin dan dibiarkan seperti sapu lidi. Ini sakitnya beda, perih dan nyeri sekali. Saya dan Abang saya yang nomor dua sering kena hukuman ini. Kedua, adalah hukuman gigi. Ayah membuat perjanjian dengan kami jika diantara kami membuang sampah sembarangan, maka memungutnya harus dengan gigi. Saya langganan hukuman ini, meskipun sudah minta maaf, tapi Ayah tetap berdiri sangar didepan saya, mata melotot dan memaksa saya mengambil sampah makanan ringan itu dengan gigi.
Ketika kami beranjak remaja, peraturan Ayah bertambah lagi. Ketika makan, tidak boleh buru-buru, ambil nasi dan lauk sedikit-sedikit, jika mau lagi tambah dironde kedua. Tidak boleh makan dengan mulut terbuka, tidak boleh terdengar cepak-cepak saat makan, katanya (maaf) seperti makannya babi, tidak boleh ngobrol, tidak boleh bercanda, tidak boleh na..na…na. Alhasil, tak satupun dari anak-anaknya yang mau makan bareng dengan Ayah. Tapi Ayah tetap cuek, kalaupun saya terpaksa  makan bersama Ayah, saya lebih memilih makan dimeja makan, sedangkan Ayah memang lebih suka makan dilantai, dialasi tikar pandan. Soalnya saya punya kebiasaan jelek saat makan. Saya makan sambil membaca, jika tanpa bacaan tiba-tiba saya kehilangan selera.
Ganjaran peraturan Ayah tersebut akhirnya saya bayar bertahun kemudian. Waktu itu saya masih kuliah dikota Padang. Suatu hari saya dan beberapa teman menghadiri akad nikah seorang teman. Setelah acara akad, basa-basi adat dan beberapa pantun dari kedua pihak mempelai, kami langsung menyantap hidangan yang sudah dari tadi dihidangkan didepan kami. Kebetulan disamping kanan saya duduk dengan anggun seorang Ibu muda anggota DPRD Sumbar, kakak dari mempelai pria. Karena menunya semua daging sapi dan ayam, bersantan dan berminyak, saya tidak terlalu selera karena saya tidak makan daging. Setelah beberapa suap dengan lauk kentang dan acar, saya cepat-cepat mencuci tangan. Tiba-tiba, Ibu dewan tersebut memukul tangan saya dan berkata, “Tidak sopan, tunggu dulu tuan rumah mencuci tangannya terlebih dahulu baru para tamu. Ini adat.” Katanya mendelik saya dengan ekor matanya. Teman yang duduk disamping saya terkikik menahan tawa.

Tapi saya tidak. Sakit hati luar biasa. Kenapa dia tidak baik-baik memberitahu saya, saya bukan anak kecil lagi, saya sudah mahasiswa lho (ehm). Sepanjang perjalanan pulang, saya mengingat-ingat, menyesali, jangan-jangan saya pernah mencoblos nomor anggota DPRD tadi saat Pilkada. Saat mencuci, saat kuliah, tidur, makan, saya berusaha mengingat-ingat nomor urut si Ibu anggota dewan tadi. Awas lima tahun lagi! Pikir saya.

Sunday, July 3, 2011

Iklan, Merk dan Boikot

“Semua orang pada prinsipnya melakukan apa yang
mereka sukai bukan apa yang seharusnya
mereka lakukan.”
(Parker)
Iklan
Apakah anda termasuk penikmat iklan, sinetron atau program kreatif tv? Kalau saya lebih suka nonton iklan ketimbang sinetron yang tidak berkualitas. Alasan kesukaan saya adalah iklan jauh lebih kreatif daripada sinetron ataupun film Indonesia, selain iklan ngeyel, iklan sabun mandi atau iklan obat kuat tentunya. Soalnya terkadang saya penasaran menghubungkan antara wanita seksi dengan mobil mewah sampai sabun batangan yang harganya cuma seribu, atau hubungan rokok dengan kaum intelektual. Terkadang ada juga iklan yang ‘cerdas’ berisi pelajaran moral, atau iklan yang menghibur. Akhir-akhir ini saya suka iklan kartu GSM. Misalnya perang iklan antar dua operator, saling berbalas pantun, dan yang lain ‘menyabotase’ semua iklan operator GSM dan mengemasnya menjadi satu sehingga terkesan lebih ‘ramah’.
Iklan yang bagus belum tentu kualitas produknya juga bagus. Sebagai konsumen yang cerdas, jangan sampai kita tertipu dengan kemasan iklan yang menggoda, artis pemeran yang mempesona atau istilah yang dipakai dalam iklan yang menggambarkan seolah-olah ini adalah produk yang bagus, aman dan ramah lingkungan. Padahal artis pemerannya sendiri belum tentu menggunakan produk tersebut.

Merk
Saya orang yang ‘fanatik’ (dalam tanda kutip, lho) dengan merk dan perusahaan yang memproduksinya. Misalnya, saya senang sekali menyeruput teh hangat merk dalam negeri. Jika sedang makan diluar saya selalu memesan teh botol merk yang sama atau teh seduh. Jika saya tertarik dengan suatu produk, yang pertama saya lihat dulu adalah perusahaan yang memproduksi, ingredient dan kemasan. Kenapa? Seperti yang saya katakan diatas, iklan yang mewah belum tentu produknya bagus. Banyak iklan produk kosmetik, sabun mandi, shampoo, pasta gigi atau makanan dan minuman yang mewah dan memasang artis papan atas, kemasan yang bagus tapi tidak berkualitas dan bahkan pernah diulas beberapa media cetak sebagai produk yang berbahaya untuk dikonsumsi secara terus menerus meskipun sudah terdaftar di LPOM. Setelah ‘ketahuan’ oleh media, perusahaan yang bersangkutan langsung membenahi image-nya dengan iklan yang serba wah dan meyakinkan. Sayangnya, media tidak terlalu meng-ekspos kasus ini terlalu jauh. Namanya juga politik bisnis, semua bisa didinginkan dengan uang.
Untuk meng-antisipasi ini, kitalah sebagai konsumen yang harus cerdas memilih.
Nah, ini bagian yang saya suka. Jika saya sedang jalan-jalan ke supermarket (saya harap Mbak-Mbak SPG-nya tidak bosan melihat saya yang suka berdiri kelamaan di rak-rak besar yang berjejer) saya suka hunting produk baru yang ada diiklan. Bukan berniat membeli, tapi cuma ingin membaca ingredient, perusahaan yang memproduksi dan mematut-matut kemasannya. Jika ada nama kimia yang janggal menurut saya, saya langsung tanya Engkong Google.  Jika kemasannya menarik, saya ingin mengatakan, betapa kreatifnya. Saya adalah pelaku boikot sejak tujuh tahun lalu, maka sebelum membeli suatu produk, saya harus men-cek perusahan manufacturingnya.  Aktifitas boikot saya ini sering jadi bahan ledekan oleh teman-teman saya. ‘Lha, ente aja pakai produk Amerika Zionis juga tuh’. ‘Aduh MJ, saya bawa oleh-oleh lho, tapi maaf, produk Amerika sih….’

Friday, July 1, 2011

Naik Turunnya Iman

Penyebab Naik Turunnya Iman Oleh Syaikh ‘Aidh Abdullah Al-Qarny
Penyebab Naiknya Iman

  1. Berdoa, memuliakan dan mengagungkan Nya. Memohon dan mengharapkan balasan hanya kepada-Nya, dan banyak-banyak mengingat-Nya. 
  2. Merenungkan/mentadabburi Kitab-Nya. Tak ada yang lebih menyembuhkan hati kecuali dengan membaca Kitab-Nya Yang Maha Mulia. Banyak para pemuda Muslim yang menyibukkan diri mereka untuk mempelajari pengetahuan syariah dengan mengorbankan waktunya untuk membaca Qur’an hingga hati-hati mereka menjadi keras. Jika saja ini terjadi pada orang yang patuh, bagaimana dengan orang yang mengisi hati hatinya dengan dosa?
  3. Melaksanakan shalat wajib secara berjamaah dengan teratur. Allah menjamin orang yang menjaga shalat wajibnya dengan berjamaah, Ia tidak akan meninggalkannya, tidak akan menghinakannya/memalukannya, dan Dia akan menjaganya didunia dan akherat kelak 
  4. Melaksanakan shalat sunnah rawatib secara teratur. Rasulullah SAW menekankan untuk banyak-banyak melakukan shalat sunnah dan beliau selalu mengerjakannya secara teratur. Kapanpun kita merendahkan diri dengan bersujud kepada-Nya, Ia akan mengangkat derajat kita. 

Tuesday, June 28, 2011

Maaf.....

How easy to forgive, but it's hard to forget.
The hardest thing to say is, 'Forgive and forget me...!'

Saya berharap, sangat berharap sekali bisa melupakan semua kisah antara saya dan dia, berharap ikut menguap pada teh hangat yang mengepul didepan saya. Saya sudah memastikan diri, saya telah memafkannya berkali-kali. Memaafkan semua sikap dia yang menyakiti. Tapi sungguh, meski mudah memaafkan, tapi sulit untuk melupakan. Memaafkan tanpa melupakan kesalahan tentulah bukan maaf yang tulus. Memaafkan dengan melupakan semua 'tentang dia' tentulah bukan maaf yang ikhlas. Tapi memaafkan dan melupakan kesalahan dengan tidak melupakan 'tentang dia' tentulah maaf yang kudus. Tapi butuh waktu lama untuk bisa melupakan kesalahan dia, sementara dalam beberapa kesempatan saya harus bertatap muka dengannya.

Saya selalu berkata pada sahabat-sahabat saya, engkau boleh menyakiti saya dengan kata-kata, tapi setelah itu jangan acuhkan saya!. 

Saya tipe orang sensitif, mungkin. Jika kata-kata yang tak berkenan, dalam 'luar batas' yang wajar, saya anggap angin lalu. Tapi jika sikap yang menyakitkan, semisal sikap acuh dan tak peduli, saya sulit menerima, apalagi jika saya sudah berusaha memperbaiki hubungan itu dengan mengabaikan perasaan saya sendiri tapi masih 'diacuhkan', meski saya mudah memaafkan, tapi sangat sulit untuk melupakan. Dan secara otomatis muncul gap yang tak diinginkan. Saya berusaha memperbaiki hubungan saya dengan teman saya itu, tapi dia terlalu pasif, dan pasrah dengan nasib pertemanan kami. Meski kami bukan sahabat dekat, tapi kami pernah berkawan dekat dan berbagi canda tawa.



Ia berkali-kali menyakiti saya dengan sikapnya. Pada akhirnya saya harus hijrah. Ia berkali-kali mengacuhkan dan mendiamkan jika ia tak menyukai sesuatu tentang saya. Padahal ia yang ngotot mengajak saya hijrah bersamanya. Hari ini, setelah berhari-hari saya mencoba menghisab diri, saya dilanda perasaan ENTAH. Ya Allah, maafkan hamba jika tidak pernah tulus pada saudari hamba ini. Ya Allah, ampuni hamba, ampuni hamba, ampuni hamba, ampuni hamba, ampuni hamba, ampuni hamba, ampuni hamba, ampuni hamba, ampuni hamba, ampuni hamba, ampuni hamba, ampuni hamba, ampuni hamba, ampuni hamba.

Mencoba untuk tulus

Kasih............

Kasih manusia sering bermusim. Sayang manusia tiada abadi. Kasih Tuhan tiada bertepi. Sayang Tuhan Janjinya pasti